
Blog ini diperuntukkan bagi para spritual yang mencari hakekat kebenaran. Siapapun diri anda, apapun status anda, marilah untuk bergabung pada komunitas ini, untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Note : Dalam komunitas spiritual ini kita harus melepaskan segala bentuk ke Ego-an kita, jangan saling menyalahkan, menyudutkan, memprovokasi dalam bentuk apapun (RAS). Tetapi dalam komunitas ini kita harus saling bangun sama lain. Agar perjalanan menuju kebenaran dapat raih.
"
Innalillahi wa innaalillahi wa inna ilaihi rojiun ".
"
Sesungguhnya kita berasal dari Allah dan sesungguhnya kita akan kembali
kepada Allah ". Marilah saudaraku untuk tiba saatnya bangun dari ruang kegelapan menuju jalan yang terang, semoga Allah Azza wa Jalla selalu melimpahkan karunia, taufik dan hidayah bagi kita semua. Amiiin yaa robal alamin.
Untuk mengawali pembahasan dalam treadh ini, penulis akan sedikit memberikan kupasan mengenai awal perjalanan spiritual yaitu dengan memahami tentang " Jati Diri ". Kekurangan ataupun kesalahan dalam penulisan ataupun penyampaian kalimat dibawah ini, sebelumnya kami mohon maaf bagi para pembaca. Karena semua manusia tak luput dari segala kekhilafan dan dosa. Oleh karena itu mungkin sebagian dari pembaca akan memberikan sedikit tambahan diakhir pembahasan ini. Semoga Allah Azza wa Jalla selalu melindungi dan menerangi setiap kalbu para hamba-Nya yang beriman......Amiiin....!!!.
" Man aroffa nafsahu faqod aroffa robbahu "
' Barang siapa mengenal dirinya pasti mengenal mengenal Tuhannya '
Fenomena yang berada pada masyarakat saat ini, mengenai sifat mistis maupun religius sudah mulai terseret oleh perkembangan jaman dan berjalannya waktu. Kultur budaya nasional yang dimiliki oleh nusantara kita pun seperti ditelan oleh kemajuan dan kecanggihan teknologi.
Materialisme, realistis dan logis merupakan pedoman bagi masyarakat modern untuk melangsungkan kebutuhan hidupnya. Disisi lain mereka memandang spiritual adalah hal yang biasa dan bukan bersifat sakral lagi, akan tetapi itu semua sudah bukan hal yang tabu lagi bagi kita. Terkadang dimasa sekarang ini tekanan dari ekonomi yang masih pasang surut membuat mereka berjuang untuk pertahanan hidupnya. Tingkat hidup yang kompetitif ini bagi imannya yang lemah, kesadaran spiritual spiritualnya secara tidak langsung akan memudar.
Untuk meningkatkan kadar spiritual yang telah terdominasi oleh materi
dunia ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah segera melakukan
perubahan kesadaran yang menjadi kunci utama dalam segi aspek kehidupan
yaitu Kesadaran Spiritual. Oleh karena itu, bagaimana untuk menyikapi
dan memahami kesaran spiritual yang sangat penting ini. Sehingga bisa
diaplikasikan dqlam kehidupan sehari-hari. Dan bukan dianggap hal yang
biasa lagi tetapi menjadi Luuaaar Biasaaaaaa.....!!!.
Pada dasarnya manusia itu telah diberi karunia oleh Allah S.W.T, sebuah potensi yang menurut ilmu psikologi modern yaitu persepsi extra sensoric atau disebut juga dengan fenomena. Hal ini dapat diperoleh melalui rangsangan didalam jiwa. Sehingga manuwia dapat menyingkap selapis dari kekuatan spiritualnya. Kedekatan dengan Allah Azza wa Jalla pun dalam beribadah semakin nyata dan setiap solusi hidup didunia yang dihadapi dapat dengan mudah teratasi.
Bahkan sudah semenjak lama mungkin ratusan atau ribuan tahun sebagian orang ingin mencapai kesadaran spiritual tertinggi, akan tetapi hanya segelintir orang saja yang dapat mencapainya. Banyak sekali cara dan jalanuuntuk menemukan kesadaran spiritual. Namun pada intinya semuanya itu arus berpangkal pada ajaran luhur yang dibawa oleh baginda Nabi Besar Muhammad S.A.W. Supaya kita tidak menyimpang dari pada Al-Quran dan As-Sunnah.
Hal yang paling penting lagi untuk diketahui dalam pencapaian puncak spiritual adalah dengan menyatukan Cipta, Rasa dan Karsa kita pada satu tujuan yang harus selalu senantiasa mengalir didalam diri. Sehingga pada suatu saat akan timbul suatu kekuasaan yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla. Dan kekuasaan itu mempunyai kekuatan mutlak cara kerjanya (diluar hukum kenyataan) bersifat aktif tanpa terbatas ukuran, ruang dan waktu.
Demikianlah ringkasan mengenai Dimensi Kesadaran Spiritual. Semoga bahasan tersebut menjadi tolak ukur bagi kita sebagai manusia yang mendapatkan kwantitas da kualitas hidup yang lebih baik, selamat didunia maupun diakhirat nanti.
Salam pencerahan
Aang Bentar
Waligada CLub