Kamis, 12 Oktober 2017

Saparakanca


ARTI – ARTI LAMBANG “  SAPARAKANCA “

Lambang “ Saparakanca “  ialah lambang Rajawali berdiri diatas ujung kedua kujang yang disilangkan dan dibawah Rajawali terdapat Kepala Harimau serta dibawah Kujang terdapat tulisan “ Saparakanca “.
  1. Rajawali yang terlukis memiliki makna yaitu Raja yang berarti Penguasa dan Wali adalah Wakil jadi arti secara terminologi yaitu bahwa manusia adalah seorang Khalifatullah atau wakil Allah / yang memimpin di dunia ini. Dan makna secara hakikatnya adalah Rajawali = Burung = Ababil = Malaikat = Kedamaian. Jadi secara bahasa Etimologi bahwa Rajawali yang melebarkan sayapnya adalah yang melebarkan kedamaian dimuka bumi ini.
  1. Posisi kedua kaki Rajawali sedang berdiri di atas kedua ujung Kujang & Warna lambang Rajawali Kuning Emas. 
  2. Posisi Harimau dibawah Rajawali dan di tengah kedua Kujang yang disilangkan. Harimau secara Etimologi adalah Harimau = Maung = Manusa (Manusa = Manut kanu rasa) Unggul. Jadi secara terminologi bahwa seorang Khalifah itu adalah harus Seorang yang memiliki kepekaan pada rasa jati dirinya (selalu dekat dan terawasi dengan Tuhannya dimanapun dia berada).
  3. Kedua Kujang yang disilangkan memiliki arti Etimologi Silang = Kali = Gali (cari pengetahuan tentang Jati Diri). Dan Lubang yang Empat Berarti kita harus mengetahui keberadaan “ Dulur Papat Kalima Pancer “ (Saudara kembar kita) setelah kita bisa memahami esensi tersebut barulah bisa menjadi seorang Pemimpin atau Khalifatulah atau wakil Allah di muka bumi ini.
  4. Tulisan “ Saparakanca “  yang berada dibawah Kedua Kujang memiliki arti secara Terminologi  yaitu Paguyuban = Guyub = bersatu & Saparakanca = Sadulur = Satu Saudara dan secara Etimologi yaitu bahwa Semua umat di bumi ini adalah saudara kita jadi “ Saparakanca “ bukan etnis tapi Saparakanca adalah milik semua yang berada di muka bumi ini.



A.      JATIDIRI.

Jatidiri “Saparakanca” nyoko/nyumber tina tatapakan anu patali jeung sikep anu ngangkat ajen masyarakat dina ngudag kamajuan jeung pikiran anu cekas pikeun nangtukeun lengkah geusan ngawujudkeun Umat di Dunia anu Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Gemah Ripah Repeh Rapih jeung Saluyu Ngawangun Jati Mandiri.

B.      SIPAT.

Saparakanca” teh sipatna independent jeung netral/non-partisan. wiwitan diadegkeunana  "Saparakanca” dimimitian tina gunem catur panjang diantara para inohong di Tatar Parahyangan anu ngabogaan kasang tukang, disiplin elmu jeung propesi anu mibanda pamikiran anu rancage, parigel, perceka, tanginas tur binangkit geusan ilubiung ngaronjatkeun jeung ngamumule ajen jeung kultur falsafah nepika ngamuara kana kasaluyuan keur ngawangun Budaya kalawan jatidiri.

C.      VISI jeung MISI.

“ Saparakanca ” teh ngarupakeun hiji beungkeutan gawe bareng sabilulungan, tuker luang jeung pangaweruh diantara warga masyarakat “ Nusantara “, Visi-Misina mangrupa ieu:

1. VISI.
“ Mulih ka jati Mulang ka Asal “

2. MISI.
a. “ Urang sunda apal kana jati sundana”
 
b. “ Urang sunda apal kana jati dirina”
c. “ Urang sunda apal yen asal muasal peradaban ti sunda, bakal balik deui ka 
       Sunda”

Sunda lain suku lain etnis tapi sunda filosofi jeung budaya Nusantara Sun = Cahaya Da = Wujud
 
D.     ASAS.

“Saparakanca ” teh make dadasar asas Pancasila.


SUSUNAN PENGURUS
“ Saparakanca “

I.                     DEWAN PELINDUNG    :  
- Allah S.W.T
- Malaikat Al Muqarobbun
- Para Nabi & Rasul
- Para Waliyullah
- Para Karuhun
- Para Khodam

Ketua                                                              :  - Riswan Daniang Wali
Wakil Ketua I                                                :  - Amir
Sekjen I                                                           :  - Heri
Bendahara                                                     :  - Anta Sanjaya

 
Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa baraktuh……!!!
Sampurasun…..!!!!
Kami “ Saparakanca “ sedang berupaya keras untuk terus menggali (eksplorasi), meneliti dan mengembangkan, serta mendiseminasi/menyebarkan dan menyemai bibit-bibit unggulan Budaya Nusantara dengan kadar Hikmah yang tinggi.
Hikmah dari kedalaman bumi sejarah berbagai peradaban umat manusia (perenial wisdom) yang tercerahkan dengan sinaran kosmik kesadaran dan kearifan ilahiyah (divine wisdom), diharapkan dapat membangun peradaban baru umat manusia yang lebih baik, lebih adil, lebih sejahtera dan lebih beradab.
Pada peradaban baru itulah Umat Islam, dengan bekerja bersama dengan umat beriman lainnya, dapat berperan besar dalam mewujudkan, visi & misi Rahmat (Cinta) bagi seluruh Alam Semesta.
Maka untuk mewujudkan visi dan misi itulah, kami “Saparakanca“ mengajak semua pihak yang berkepentingan dan peduli terhadap visi & misi besar bersama membangun peradaban baru, untuk dapat berpartisipasi secara aktif sesuai dengan potensi, keahlian dan kemampuan masing-masing.
Dalam kesempatan ini saya Riswan Daniang Wali sebagai pengelola “ Saparakanca “ ini mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada para Pendukung terhadap budaya Nusantara yang dimuat di situs ini, terutama kepada  Abah Ayi ( KETUA MAJELIS DZIKIR ISTANA NEGARA, PIMPINAN MAJELIS DZIKIR PB NU, PUPUHU MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI), KETUA ASOSIASI PARANORMAL INDONESIA, KETUA PAGAR NUSA  BANDUNG, PUPUHU  MANGGALA GARUDA PUTIH, PUPUHU ABABIL INDONESIA, PUPUHU FRONT PEMBELA ISLAM (FPI), PUPUHU SUNDAWANI, PUPUHU GIBAS, PUPUHU AMS, PUPUHU BBC, PUPUHU PEMUDA PANCASILA (PP), PUPUHU GMBI ),   Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia D.E.A  ( Rektor Unpad ), (Pur). Kombes.  Djumena Warga Sutisna ( PUPUHU CIMAHI ), Mbah Dago ( PUPUHU BANDUNG ),  Eyang Cakra  ( PUPUHU BANDUNG ),  Bp. H. Syafei ( Mantan Ketua PAGUYUBAN PASUNDAN ), Kang Erwan  ( PUPUHU CIMAHI ), H.D Oland Siswantho, SH  ( KETUA LEMBAGA BANTUAN & PENGEMBANGAN HUKUM ( KOSGORO )), Bp. H. Koswara Sujaenal, Sp ( Anggota DPRD Bandung Barat Fraksi Demokrat ), Bp. Asep Dendih, S,Pd. M.M ( KEPALA BIDANG KEBUDAYAAN BANDUNG BARAT ), R. Deden J Natapraja B.E ( KETUA RUMAH BUDAYA GITA CIPTA ), Rd. H. Deni Romli Subrata S.IP ( KETUA UMUM DPP LSM SIKAT ),  Bp. Rd. Sutarja ( Mantan Ketua DPRD CImahi / PUPUHU GAGAK LUMAYUNG ),  Ibu Ai Mulyani S.Pd. M.Pd ( KETUA IKATAN PENULIS JURNALISTIK INDONESIA, KETUA BUAH BATU CORPS (BBC) PHANTOM, PUPUHU GNPK, PUPUHU GEMA SUNDA, PUPUHU LASKAR MERAH PUTIH, PUPUHU DINAS UPTD SKB CIMAHI),  Kang Robby M Dzulkarnaen ( PUPUHU SUNDAWANI ), Bp. Syarif ( KETUA LSM PADARINGAN ), Bp. H Candra ( PUPUHU MACAN ALI, TAPAK JALAK BANTEN, SYAHBANDAR & GAJAH PUTIH ), Bp. Rohandi ( KETUA DPD CIMAHI LSM SIKAT ),  Kang Yano ( KETUA KANDAGA ), Bp. Dede Syarif ( PIMPINAN VISI CINEMA PRO ), Bp. Dida Suprida ( KETUA ORGANDA CIMAHI ) dan masih banyak Pupuhu yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu… 
  Beliaulah yang paling rajin memberikan dorongan dan sumbangsihnya baik berupa moral mapun material karena kecintaannya kepada “Saparakanca“.

“ Hayu urang sauyunan saluyu ngawangun jati mandiri, Sangkan Nusantara Gemah Ripah, Repeh, Rapih tur Loh Jinawi ! ”

Research & Development Center for Philosophy, Science, Civilizations and Spiritualism, Kami masih mencari para Pupuhu, saudara atau rekan untuk mempererat tali silaturahmi dan untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan budaya Sunda, jika para saudara ingin bergabung atau memberikan informasi yang positif segera hubungi contact person kami di WA : 08891937668

Terimakasih…!!! Caaag Rahayuu


 






































Senin, 08 Agustus 2016

Tenaga Dalam Murni

                                 Waligada

Bersama KH. Tubagus A Sudrajat (Ketua Majelis Dzikir Istana Negara)

Bersama Eyang Cakra (Komandan Avatar Internasional)

Bersama Pensihat Spiritual Istana Negara, Bah Dago Batarakala (kiri)  Eyang Drajat (kanan)

Bersama Penasihat spiritual Istana Negara (Eyang Bintang)

Bersama Walikota Cimahi (Bp. Itoc Tohija) & Ketua IPJI

Bersama Ketua DPRD Cimahi (Ahad Gunawan), Ketua Paranormal Indonesia,  Ketua IPJI & Ketua LSM SIKAT

Bersama Rektor UNPAD (Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, D.E.A)

Bersama Sekjen Badan Peneliti Independent (Fonda Tangguh) dan Ketua LSM SIKAT (KH.Prof. Dr. Deni Romli G. S)




 

 Waligada
Bumi dan Langit serta isinya bersujud kepada Allah S.W.T

QS. Ar-Ra`d [13] : 13 
             وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعْدُ بِحَمْدِهِۦ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِۦ وَيُرْسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ وَهُمْ يُجَٰدِلُونَ فِى ٱللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلْمِحَالِ

“ Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya “.

 QS. Ar-Ra`d [13] : 15 

                                                              وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ

“ Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari “.

QS. An-Nahl [16] : 49

                                                             وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن دَآبَّةٍ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

“ Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri “.

QS. Al-'Isra' [17] : 44

      تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبْعُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

“ Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun “.

QS. Al-'Anbya' [21] : 79

                                           فَفَهَّمْنَٰهَا سُلَيْمَٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ

“ Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya “.

QS. Al-Haj [22] : 18

   أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ ۩


“ Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki “.

QS. An-Nur [24] : 41

                  أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلطَّيْرُ صَٰٓفَّٰتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُۥ وَتَسْبِيحَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ

“ Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan “.

QS. Sad [38] : 18

                                                                                                 إِنَّا سَخَّرْنَا ٱلْجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحْنَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِشْرَاقِ

“ Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi “,

QS. Al-Hashr [59] : 24

                           هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

“ Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “.

QS. As-Saf [61] : 1

                                                                                   سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

“ Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “.

QS. Al-Jumu`ah [62] : 1

                                                                       يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ٱلْمَلِكِ ٱلْقُدُّوسِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ

“ Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “.

QS. At-Taghabun [64] : 1

                                                 يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ لَهُ ٱلْمُلْكُ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“ Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu “.

QS. Al-Anfal [8] : 2


                                إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal “.



            Semua yang berada di Alam Semesta beserta isinya Bertasbih kepada Rabb-nya. Langit, Bumi, Bintang, Matahari, Gunung, Laut, Tumbuhan, Hewan, Batu, semua mahluk hidup ataupun benda mati dll Semua Berdzikir kepada Yang Maha Kuasa.

            Menurut para Ilmuwan bahwa semua benda yang berada di Alam Jagat Raya ini bergetar baik itu benda mati maupun mahluk hidup. Hal itu menandakan bahwa semuanya memiliki unsur Kehidupan atau Energi menurut para pakar Ilmuwan Scientist. Karena pada setiap benda mati baik berasal dari Zat Cair, Zat Padat, Zat Gas ataupun mahluk hidup memiliki unsur Energi Potensial, Energi Kinetis, Energi Cahaya, Energi Kalor, Energi Mekanik, Energi Kimia, Energi Listrik dll yang yang berasal dari Proton, Elektron Dan Neutron.

            Bagaimanakah dengan Energi manusia ?
           
            Manusia diberikan kesempurnaan oleh Allah S.W.T berupa akal dan pikir. Oleh karena itu manusia sudah memiliki potensi yang sangat luar biasa… Semua Energi sudah terdapat dalam tubuh manusia itu sendiri, Baik Potensial, Kinetis, Kalor, Kimia, Listrik dll….Tinggal manusianya itu sendiri yang mau mengolah dan mebukanya.

            Apakah Seorang manusia bisa mendeteksi, memberikan atau menarik Getaran Energi dari Bulan, Matahari, Bintang, Gunung, Laut, Bumi, Tumbuhan, Hewan, kemudian benda mati maupun mahluk hidup lainnya….?

            Marilah Bergabung dengan Waligada Sport Club  yang akan menguraikan secara ilmiah dan logis, serta Anda akan dibantu untuk menyelaraskan Getaran Energi dengan Alam Semesta.

             “ Hanya dengan 2 x Pertemuan Kita sudah bisa merasakan Getaran-getaran Energi pada Bulan, Matahari, Bintang, Gunung, Laut, Bumi, Tumbuhan, Hewan, baik benda mati maupun mahluk hidup lainnya “.


            Sehingga keimanan kita kepada Yang Maha Kuasa semakin bertambah. bukan mistik, bukan klenik, tanpa khodam, susuk, transfer, rajah, puasa, mantra, Olah Jurus dll. semua ilmiah dan logis. Satu-satunya pertama di dunia dengan membangkitkan Energi Di Ulu Hati (Tenaga Dalam Murni) hanya dengan 2 x pertemuan Anda sudah bisa merasakan, Menarik, memberikan Getaran yang berada di Alam Jagat Raya. Kita bukan mencari kesaktian tapi kita mencari Jati Diri yang sebenarnya sehingga kita menjadi lebih dekat Dengan Allah Azza Wa Jalla….Semua Gelombang Dzikir, Shalat, Mengaji, Puasa, maupun ibadah-ibadah yang lain. Getaran Energinya akan terasa begitu Dahsyaaat dan sangat Luaaaar Biasaa…Lahir Batin kita menjadi sehat dan kuat, selamat dunia & akhirat.

Untuk pelatihan Contact Person :

Sekretariat Waligada : 08562208788 & 08891937668

Untuk infaq, shodaqoh Transfer ke

Rek. BCA      : 139-0069-584 a.n Riswan KCP CIMAHI - BANDUNG
         NIAGA : 760-711-988-400 a.n Riswan KCP PADALARANG - BANDUNG






Sabtu, 15 Maret 2014

Komunitas Spiritual Bandung







 Blog ini diperuntukkan bagi para spritual yang mencari hakekat kebenaran. Siapapun diri anda, apapun status anda, marilah untuk bergabung pada komunitas ini, untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.      
                                                                                
Note : Dalam komunitas spiritual ini kita harus melepaskan segala bentuk ke Ego-an kita, jangan saling menyalahkan, menyudutkan, memprovokasi dalam bentuk apapun (RAS). Tetapi dalam komunitas ini kita harus saling bangun sama lain. Agar perjalanan menuju kebenaran dapat raih.  
   
" Innalillahi  wa innaalillahi wa inna ilaihi rojiun ".            
 " Sesungguhnya kita berasal dari Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada Allah ".          
                                                                  
Marilah saudaraku untuk tiba saatnya bangun dari ruang kegelapan menuju jalan yang terang, semoga Allah Azza wa Jalla selalu melimpahkan karunia, taufik dan hidayah bagi kita semua. Amiiin yaa robal alamin.                              
 
Untuk  mengawali pembahasan dalam treadh ini, penulis akan sedikit memberikan kupasan mengenai awal perjalanan spiritual yaitu dengan memahami tentang " Jati Diri ". Kekurangan ataupun kesalahan dalam penulisan ataupun penyampaian kalimat dibawah ini, sebelumnya kami mohon maaf bagi para pembaca. Karena semua manusia tak luput dari segala kekhilafan dan dosa. Oleh karena itu mungkin sebagian dari pembaca akan memberikan sedikit tambahan diakhir pembahasan ini. Semoga Allah Azza wa Jalla selalu melindungi dan menerangi setiap kalbu para hamba-Nya yang beriman......Amiiin....!!!.       


                                  " Man aroffa nafsahu faqod aroffa robbahu "         
                 ' Barang siapa mengenal dirinya pasti mengenal mengenal Tuhannya '

Fenomena yang berada pada masyarakat saat ini, mengenai sifat mistis maupun religius sudah mulai terseret oleh perkembangan jaman dan berjalannya waktu. Kultur budaya nasional yang dimiliki oleh nusantara kita pun seperti ditelan oleh kemajuan dan kecanggihan teknologi.

Materialisme, realistis dan logis merupakan pedoman bagi masyarakat modern untuk melangsungkan kebutuhan hidupnya. Disisi lain mereka memandang spiritual adalah hal yang biasa dan bukan bersifat sakral lagi, akan tetapi itu semua sudah bukan hal yang tabu lagi bagi kita. Terkadang dimasa sekarang ini tekanan dari ekonomi yang masih pasang surut membuat mereka berjuang untuk pertahanan hidupnya. Tingkat hidup yang kompetitif ini bagi imannya yang lemah, kesadaran spiritual spiritualnya secara tidak langsung akan memudar.      

Untuk meningkatkan kadar spiritual yang telah terdominasi oleh materi dunia ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah segera melakukan perubahan kesadaran yang menjadi kunci utama dalam segi aspek kehidupan yaitu Kesadaran Spiritual. Oleh karena itu, bagaimana untuk menyikapi dan memahami kesaran spiritual yang sangat penting ini. Sehingga bisa diaplikasikan dqlam kehidupan sehari-hari. Dan bukan dianggap hal yang biasa lagi tetapi menjadi Luuaaar Biasaaaaaa.....!!!.    

 Pada dasarnya manusia itu telah diberi karunia oleh Allah S.W.T, sebuah potensi yang menurut ilmu psikologi modern yaitu persepsi extra sensoric atau disebut juga dengan fenomena. Hal ini dapat diperoleh melalui rangsangan didalam jiwa. Sehingga manuwia dapat menyingkap selapis dari kekuatan spiritualnya. Kedekatan dengan Allah Azza wa Jalla pun dalam beribadah semakin nyata dan setiap solusi hidup didunia yang dihadapi dapat dengan mudah teratasi.

Namun sedikit sekali manusia yang ingin menempuh bahkan mengetahui fenomena ini. Karena pengaruh dari hawa nafsu atau egonya yang telah terdominasi oleh kepuasan materi dunia. Akhirnya potensi tersebut semakin jauh terpendam kedalam batin manusia. Dimana segala tempat rahasiadan kekuatan spiritual tersimpan. Jika kita memiliki agama haruslah berkeyakinan bahwa diri kita yang tersusun dari tubuh fisik, jiwa dan ruh.

Bahkan sudah semenjak lama mungkin ratusan atau ribuan tahun sebagian orang ingin mencapai kesadaran spiritual tertinggi, akan tetapi hanya segelintir orang saja yang dapat mencapainya. Banyak sekali cara dan jalanuuntuk menemukan kesadaran spiritual. Namun pada intinya semuanya itu arus berpangkal pada ajaran luhur yang dibawa oleh baginda Nabi Besar Muhammad S.A.W. Supaya kita tidak menyimpang dari pada Al-Quran dan As-Sunnah.   

Hal yang paling penting lagi untuk diketahui dalam pencapaian puncak spiritual adalah dengan menyatukan Cipta, Rasa dan Karsa kita pada satu tujuan yang harus selalu senantiasa mengalir didalam diri. Sehingga pada suatu saat akan timbul suatu kekuasaan yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla. Dan kekuasaan itu mempunyai kekuatan mutlak cara kerjanya (diluar hukum kenyataan) bersifat aktif tanpa terbatas ukuran, ruang dan waktu.      

Demikianlah ringkasan mengenai Dimensi Kesadaran Spiritual. Semoga bahasan tersebut menjadi tolak ukur bagi kita sebagai manusia yang mendapatkan kwantitas da kualitas hidup yang lebih baik, selamat didunia maupun diakhirat nanti.      

 Salam pencerahan  
 

   Aang Bentar
Waligada CLub